Apa Itu Pembelajaran Daring dan Luring? Simak Pengertiannya Disini!

Pembelajaran daring dan luring

Pembelajaran daring dan luring sering terdengar akhir-akhir ini.  Terutama di masa pandemi seperti saat ini. Pandemi memiliki dampak dalam berbagai hal termasuk pendidikan. Supaya  pendidikan terus berjalan tenaga pendidik dituntut untuk tetap mengadakan pembelajaran. Agar pembelajaran tetap berjalan dengan baik dilakukan dengan cara online. Meski begitu pembelajaran dengan cara online ini memiliki sejumlah kekurangan sehingga bisa diimbangi dengan pembelajaran luring atau offline.

 

Pengertian

Daring adalah singkatan dari dalam jaringan yang mana digunakan sebagai pengganti kata online. Istilah ini sering digunakan dan ada hubungannya dengan teknologi maupun  jaringan internet. Pembelajaran daring ini artinya adalah pembelajaran digunakan dengan cara online. Media yang digunakan adalah bisa dengan aplikasi atau sosial media.

Daring ini tidak melakukan tatap muka namun menggunakan platform yang sudah tersedia. Segala pelajaran dan materi akan didistribusikan dengan cara online. Tidak hanya itu saja komunikasi dilakukan dengan cara online, tes harian maupun tes lainnya. Daring ini menggunakan beberapa aplikasi seperti Google Classroom, Google Meet, Edmodo maupun Zoom.

Luring memiliki arti atau nama luar jaringan. Istilah ini menjadi kata offline. Istilah ini kebalikan dari lawan daring. Pembelajaran luring ini tidak menggunakan internet sama sekali. Sistem luring ini menggunakan media seperti televisi, radio, murid menulis artikel atau aktivitas lainnya Untuk komunikasi bisa dengan tatap muka secara langsung. Pembelajaran ini belum bisa dilakukan karena pandemi Covid-19 ini.

Penggabungan  Pembelajaran Daring dan Luring

Untuk mencapai hasil belajar yang efektif menggabungkan pembelajaran online dan offline. Mengandalkan satu pembelajaran saja tidak akan membuat pembelajaran berjalan efektif karena pembelajaran online ini memiliki kelemahan.

Pembelajaran online ini bisa lemah karena jaringan internet yang sering lambat. Sistem pembelajaran daring ini bisa berjalan efektif jika jaringan internet bagus, jika internet buruk materi tidak akan tersampaikan dengan sempurna sehingga siswa hanya  mendapatkan materi setengah-setengah.

Alasan lainnya mengapa daring ini tidak terlalu efektif adalah kuota internet yang terbatas. Orang tua yang terkena dampak Covid-19 ini akan kesulitan untuk membeli kuota karena kuota yang digunakan boros, terutama untuk melakukan konferensi.

Pembelajaran secara online ini tidak efektif karena tidak ada tindak lanjut secara offline dan disebabkan oleh jam belajar yang berkurang. Guru yang bisanya mengajar selama 4 jam harus mengajar selama 1 jam saja.

Dampak selanjutnya peserta didik akan kesulitan memahami materi yang diajarkan. Tidak hanya itu saja ada beberapa materi yang tidak akan mudah dipahami dengan cara online seperti Matematika, Fisika, Biologi dan sebagainya.

 

Percayakan pendidikan pada Sekolah Murid Merdeka atau SMM. Sekolah satu ini menggunakan metode pembelajaran blended learning yaitu menggabungkan pembelajaran daring dan luring, dengan metode satu ini siswa akan mendapatkan pengalaman baru dalam belajar, siswa juga akan mendapatkan pengalaman belajar yang seru, gabung bersama SMM sekarang!

Tinggalkan Balasan